Kota Malang terletak di ketinggian antara 399-662,5 meter diatas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 23,9 derajat Celcius. Curah hujan rata-rata tiap tahun mencapai 1.833 milimeter dan kelembaban udara rata-rata sampai 72 % . Dengan luas 11.005,66 ha, Malang mempunyai penduduk sejumlah 900.000 jiwa (2003) dengan pertumbuhan rata-rata 2 % per tahun.
Simbol Sejarah yang Tersisa
Dengan adanya pengalaman sejarah tersendiri terhadap pemerintah kolonial Belanda, beberapa peninggalan sejarah kolonial Belanda di Malang tidak lepas dari upaya peruntuhan simbol sejarah kejayaan (demitologisasi). Sehinggga tinggal beberapa saja yang masih dinikmati sebagai karya besar Karsten. Seperti pada kawasan Ijen-boulevard, Jl. Arjuna, Jl. Semeru, Jl. Kawi, seputaran Kayu Tangan, alun-alun bunder, Lowokwaru, daerah seputaran aliran sungai Brantas serta beberapa daerah lain.

Peristiwa Kawasan Hijau
Banyak peristiwa terjadi menyangkut penyediaan kawasan hijau kota Malang.
Tahun 1994 : adanya rencana pembersihan jalur hijau disekitar Jl. Letjend. Sutoyo (daerah Celaket).
Tahun 1995 : tentang rencana ruislag APP Tanjung
Penyediaan Kawasan Hijau
Menyangkut penyediaan kawasan hijau dari simposium Lingkungan Hidup pada tahun 1997 di Universitas Merdeka Malang, yang dibawakan Ir. Zaenal Arifin, MS diketahui kekurangan permukaan hijau mencapai 68%. Dimana data tersebut diperoleh pada tahun 1996. Dan sekarang telah tiga tahun berlalu dimana pada perkembangan terakhir pembangunan pemukiman serta industri ternyata semakin meningkat, itu belum ditambah sengan peningkatan kendaraan bermotor yang beredar di jalan-jalan kota Malang.

Meningkatnya Populasi
Saat ini telah ada sekitar 43 buah pendidikan tinggi baik universitas, sekolah tinggi, akademi. Misalnya, Universitas Brawijaya untuk tahun 1998 mahasiswa baru yang diterima baik program diploma maupun strata satu berjumlah kurang lebih 3.800 orang. Tahun 2005 nanti untuk strata satu Universitas Brawijaya ditargetkan mencapai 20.000 mahasiswa, ini belum yang lain. Bahkan terakhir banyak bermunculan lembaga-lembaga ketrampilan . Maka dapat dibayangkan dan dihitung secara pasti berapa besar mahasiswa yang berdiam di kota seluas Malang. Itu belum lagi migrasi penduduk (datang dan pergi).
Menyempitnya Lahan untuk Sawah
Berdasarkan laporan BAPPEDA Kotamadya Malang ternyata pada lima tahun terakhir lahan sawah yang sudah berubah fungsi seluas 429,8 Ha. Dimana perubahan fungsi tersebut termanfaatkan menjadi kawasan pemukiman 266,7 Ha, industri 44,6 ha serta 73,1 Ha untuk perusahaan/perkantoran.

Potensi Keanekaragaman Hayati
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan kawasan yang sarat dengan potensi keanekaragaman hayati. Keanekaragaman tanaman yang dimiliki hingga satwa liar yang dilindungi membuat TNBTS menjadi sebuah kawasan yang menarik perhatian pengunjung dalam dan luar negeri. Pada wilayah TNBTS seluas 50,276.30 ha terdapat Pegunungan Bromo-Tengger dan Gunung Semeru dengan ketinggian antara 750-3,676 mdpl yang meliputi 4 (empat) kabupaten yaitu : Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang di Jawa Timur.
Empat Ranu
Taman Nasional ini juga memiliki 4 (empat) buah danau (Ranu), yakni : Ranu Pani (1 ha), Ranu Regulo (0,75 ha), Ranu Kumbolo (14 ha) dan Ranu Darungan (0,5 ha). Tipe vegetasi atau tumbuh-tumbuhan di Taman Nasional ini beragam mulai dari hutan hujan tropis, semak dan belukar dan padang rumput.

600 Spesies
Ada sekitar 600 spesies flora yang tersebar di wilayah Bromo Tengger Semeru. Sedangkan fauna yang tercatat di taman nasional ini ada 22 spesies mamalia, 85 spesies burung dan 6 spesies reptil.
25% JAWA TIMUR
KALI Brantas adalah sungai di Jawa Timur yang mempunyai Daerah pengaliran Sungai (DPS) eluas 12.000 Km2 atau 25 % dari luas Jawa Timur, dan total panjang sungai 320 Km, mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud
Banjir Turis
Membanjirnya turis di Malang berkisar antara 50-60 orang perbulan. Peringkat pertama turis dari Belanda, kemudian amerika dan Australia

Sarana Pendidikan
Sarana pendidikan di Kota malang, TK (224 buah), SD Negeri/swasta (369 buah), SLTP negeri dan swsta (108 buah), SMTA negeri/swasta (111 buah), Perguruan Tingggi negeri /swasta 75 buah, Lembaga Pendidikan agama (69 buah). Madarasah 79 buah
Bukan Untuk Pertanian
Pembangunan di Kotamadya Malang bukan ditujukan untuk pertanian. Disisi lain wilayah Kotamadya Malang dengan luas 11.005,66 ha, tidak dapat dipungkiri 51 % wilayahnya mempunyai kemiringan 0-15 % sebagai areal tanah sawah produktif. Dengan pertumbuhan penduduk cepat dan terkonsentrasikan pada tanah-tanah terbaik atau produktif, sedang tanah yang tersedia terbatas maka tak dapat dighindari terjadinya alih fungsi tanah-tanah sawah produktif ke penggunaan non pertanian. Di malang sisa tanah pertanian 4.995,14 ha, terdiri dari tanah sawah 2.396,6 Ha dan sisanya tanah tegalan.











