
“Bermahkota bukannya raja. Berbelalai. Bergading lainnya gajah. Bersayap bukannya burung. Bersisik lainnya ikan. Bertaji bukannya ayam. Binatang apakah ini?”
Kuis tebak-tebakan yang tidak berhadiah ini tertulis di bawah kaki Patung berbentuk binatang aneh dan unik di depan Musium Mulawarman. Jawabannya memang sudah pasti “Lembuswana”, spesies langka yang tidak termasuk dalam daftar Appendix I Cites ini dapat anda jumpai di 3 (tiga) lokasi utama Kota Tenggarong, di Pintu Gerbang memasuki kota Tenggarong, di depan Musium Mulawarman dan yang terbesar di Pulau Wisata Kumala.
Add a comment


Wisata

Kota Malang terletak di ketinggian antara 399-662,5 meter diatas permukaan laut dengan temperatur rata-rata 23,9 derajat Celcius. Curah hujan rata-rata tiap tahun mencapai 1.833 milimeter dan kelembaban udara rata-rata sampai 72 % . Dengan luas 11.005,66 ha, Malang mempunyai penduduk sejumlah 900.000 jiwa (2003) dengan pertumbuhan rata-rata 2 % per tahun.
BAGI masyarakat Jawa, khususnya yang bermukim di sekitar
OBJEK wisata Sapta Tirta di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, tidak berkelebihan jika dikatakan sebagai salah satu keajaiban alam di bumi Indonesia. Sapta Tirta, sapta artinya tujuh, tirta artinya air. Sapta Tirta maksudnya, tujuh mata air. Uniknya, tujuh mata air tersebut berkumpul di satu areal sekitar 2 hektar. Jarak satu mata air yang satu dengan mata air yang lain, paling dekat kurang lebih 5 meter, paling jauh kira-kira 15 meter. Ke-7 mata air tersebut mengeluarkan air yang kandungan mineralnya satu sama lain berbeda.
Pada zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai(Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini 




